Real Advertise Icon
Real Advertise
Cohort Analysis Guide

Cohort Analysis Guide

Panduan lengkap cohort analysis untuk Shopee & TikTok — Real Advertise

Konsep dasar
Shopee cohort
TikTok cohort
Action & diagnosis

Apa itu cohort analysis?

Cohort = kelompok user yang mulai berinteraksi di periode yang sama. Kita track mereka dari waktu ke waktu untuk ngelihat retention dan perilaku pembelian ulang.

Beda dengan average biasa

Average biasa: "Bulan ini CR 3%"
→ Siapa yang beli? Buyer lama atau baru?


Cohort: "Buyer Feb beli lagi 40% di Mar, tapi buyer Mar cuma 20%"
→ Ada masalah di acquisition kualitas bulan Mar

Pertanyaan yang dijawab

  • Berapa % buyer bulan X yang balik bulan berikutnya?
  • Cohort mana yang paling loyal?
  • Kapan buyer biasanya churn?
  • Apakah campaign tertentu hasilkan buyer berkualitas?

3 jenis cohort yang relevan buat agency

Acquisition

Kapan pertama kali beli

Group by bulan/minggu pertama transaksi

Behavioral

Tipe produk yang dibeli

Group by kategori / SKU pertama dibeli

Campaign

Dari campaign apa masuknya

Group by source: Voucher, Flash Sale, CPAS

Cara baca cohort table

Tiap baris = satu cohort (misalnya "buyer Januari"). Kolom = berapa lama setelah pertama beli.

Cohort Bulan 0Bulan 1Bulan 2Bulan 3
Jan 2025 100%38%22%15%
Feb 2025 100%45%31%
Mar 2025 100%18%

Kolom hijau gelap = retensi tinggi. Mar drop drastis di Bulan 1 → ada masalah di kualitas buyer atau post-purchase experience.

Retention cohort
CPAS cohort
Voucher cohort

Shopee Buyer Retention Cohort

Simulasi data retensi buyer Shopee per bulan pertama pembelian.

CohortBuyerM+1M+2M+3M+4
Oct '241,24044%30%19%12%
Nov '241,89038%24%15%
Des '242,34022%13%
Jan '251,10051%
Des '24 retensi M+1 cuma 22% padahal buyer terbanyak (2,340). Diduga buyer Harbolnas yang hunting diskon — bukan loyal buyer.
Jan '25 M+1 retensi 51% — post-Harbolnas yang masuk lebih organik, kualitas lebih tinggi.

Data yang dibutuhkan dari Shopee Seller Center

  • Export Order list → filter by buyer ID + tanggal order
  • Kolom penting: Buyer ID, Order Date, GMV, Voucher used
  • Pivot di Excel: rows = cohort bulan, columns = M+0, M+1, M+2...
  • Hitung % buyer yang order lagi di bulan berikutnya
Viewer → Buyer
Creative cohort
GMV Max cohort

Viewer-to-Buyer Cohort

Track user yang pertama kali beli dari konten TikTok → apakah balik beli lagi di TikTok Shop?

Cohort (minggu pertama beli)BuyersW+2W+4W+8
Wk 1 Jan56031%18%9%
Wk 2 Jan72040%26%11%
Wk 3 Jan48022%12%
Wk 4 Jan89047%
Wk 3 drop — cek konten apa yang jalan minggu itu. Biasanya konten yang terlalu "salesy" hasilkan buyer impulsif dengan retensi rendah.
Wk 4 W+2 = 47% — ada konten yang resonan. Analisis video mana yang drive pembelian di minggu ini, replikasi angle-nya.

Diagnosis framework dari cohort

Setelah lo punya data cohort, ini cara baca dan responnya.

1

Identifikasi "cliff" — kapan retensi drop tajam?

M+1 drop → masalah post-purchase experience (produk tidak sesuai ekspektasi, packaging, CS)
M+2 drop → masalah repeat purchase trigger (tidak ada alasan kembali, no loyalty mechanism)
M+3+ drop → masalah product lifecycle (habis pakai tapi tidak ada reason to repurchase)

2

Bandingkan cohort yang bagus vs jelek

Cari tahu apa yang berbeda: campaign apa yang jalan, konten apa yang drive, voucher berapa yang dipakai. Replikasi kondisi cohort yang bagus.

3

Hitung real cost per acquisition dengan retention

True CPA = Ad Spend ÷ (Buyers × Retention Rate M+1)

Kalau buyer yang balik cuma 20%, true CPA lo 5× lebih mahal dari yang terlihat.

4

Buat action berdasarkan segmen

SegmenAction
Cohort retensi tinggiScale campaign yang sama, lookalike audience
Cohort retensi rendahFollow-up campaign, retargeting, review produk
Voucher-dependent buyerGradual reduce voucher, ganti dengan value add (bundle, sample)
One-time buyerWin-back campaign M+2, push notification, chat broadcast